Polresta Bukittinggi Bekuk Residivis Sabu, 62 Paket Siap Edar Disita

​BUKITTINGGI — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bukittinggi kembali mengungkap kasus peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Berdasarkan laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas pengedaran narkoba di Kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, tim Opsnal bergerak cepat dan menangkap tersangka berinisial MAP (37) pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

​Tersangka yang berprofesi sebagai wiraswasta ini ditangkap di Jalan Haji Miskin, Palolok, Kelurahan Campago Ipuah. MAP diketahui merupakan residivis yang sudah tiga kali keluar-masuk lembaga pemasyarakatan (Lapas) atas kasus yang sama.

​Disaksikan warga setempat, petugas melakukan penggeledahan terhadap tersangka. Dari saku jaketnya, petugas menyita satu dompet bermotif batik berisi 26 paket sabu. Selain itu, ditemukan pula satu paket sabu di saku celana serta satu unit ponsel pintar merek Redmi berwarna biru.

​Saat diinterogasi, tersangka mengaku telah menempatkan sejumlah paket sabu pesanan di sepanjang Jalan Bukik Mandiangin. Tim Opsnal langsung menyisir lokasi tersebut dan berhasil menyita 5 paket sabu yang siap diedarkan.

​Pengembangan tidak berhenti di situ. MAP bernyanyi bahwa ia masih menyembunyikan sisa barang bukti di pinggir Jalan Ranah Jarang Pilubang, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Di lokasi ini, petugas menemukan kotak rokok Djarum 76 Mangga yang berisi 30 paket sabu terbungkus plastik bening dan kemasan plastik hijau.

​Dari keseluruhan penggeledahan, petugas menyita total 62 paket sabu. Seluruh barang bukti tersebut diakui tersangka sebagai miliknya. Guna pemeriksaan dan pengembangan jaringan lebih luas, tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Polresta Bukittinggi.

​Kasat Reserse Narkoba Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Arvi, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.

​“Kami tidak akan memberi ruang bagi pengedar narkoba, sekalipun mereka residivis. Kami berharap masyarakat terus aktif memberikan informasi demi menjaga wilayah Bukittinggi dan sekitarnya bersih dari narkoba,” tegas Arvi. (yuni)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *