Tiga Tahun Menebar Persaudaraan, Komunitas TikTok RMB Rang Minang Badunsanak Rayakan Anniversary dengan Santuni Anak Yatim di Bukittinggi

BUKITTINGGI – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti objek wisata Tabiang Barasok, Kelurahan Bukik Apik, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Minggu (11/10/2026). Komunitas TikTok RMB (Rang Minang Badunsanak) merayakan Anniversary ke-3 dengan cara yang tidak biasa. Jika komunitas digital identik dengan konten dan hura-hura, RMB justru memilih merayakan kebersamaan dengan menebar kebaikan melalui santunan untuk anak yatim di sekitar lokasi acara.

Perayaan anniversary tahun ini memang sengaja dikonsep lebih dari sekadar ajang kumpul dan silaturahmi anggota. Di tengah kemeriahan, panitia menghadirkan momen haru dengan menyerahkan langsung paket santunan kepada anak-anak yatim di Kelurahan Bukik Apik. Aksi ini menjadi simbol rasa syukur atas tiga tahun perjalanan komunitas yang tetap solid, kompak, dan terus tumbuh dari Sumatera Barat hingga luar daerah.

Ketua Komunitas RMB, Robi, mengaku bangga melihat kekompakan luar biasa dari seluruh anggota. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh member RMB dan grup TikTok se-Sumatera Barat yang telah bahu-membahu menyukseskan acara. “Kami sangat bersyukur anniversary ketiga RMB dapat terlaksana dalam suasana penuh kebersamaan. Ini bukti bahwa dengan kekompakan dan niat baik, kita bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar Robi dengan penuh haru.

Menurut Robi, kegiatan sosial ini adalah jantung dari perayaan tahun ini. Ia menegaskan bahwa dana santunan murni berasal dari swadaya anggota, yang dikumpulkan melalui iuran bulanan dan donasi sukarela yang selama ini dikelola secara transparan untuk kebutuhan anggota dan kegiatan kemanusiaan. “Di RMB kami tidak hanya membangun pertemanan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Harapan kami, kebersamaan ini menjadi ladang kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua,” ungkapnya.

Senada, Yuni selaku panitia pelaksana menyebut anniversary ke-3 ini memiliki makna mendalam. Bagi RMB, bertambahnya usia komunitas harus berbanding lurus dengan bertambahnya kepedulian. “Bagi kami, anniversary ini bukan hanya tentang merayakan bertambahnya usia komunitas, tetapi juga tentang bagaimana kami belajar untuk lebih peduli dan berbagi. Semoga santunan yang diberikan menjadi penyemangat dan membawa kebahagiaan bagi mereka,” tutur Yuni.

Yang menarik, RMB membuktikan bahwa komunitas yang lahir dari media sosial TikTok bisa menjadi kekuatan positif di tengah masyarakat. Selama ini grup TikTok kerap dipandang sebelah mata hanya sebagai wadah hiburan. RMB justru menjadikannya sebagai ruang perjumpaan yang mempererat silaturahmi, merajut solidaritas lintas daerah dan latar belakang, hingga mampu menggerakkan aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat.

Kisah RMB ini menjadi motivasi kuat bagi komunitas digital lainnya. Bahwa besarnya sebuah komunitas bukan diukur dari viralnya konten atau banyaknya anggota, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan. Perbedaan karakter, daerah asal, dan profesi yang ada di dalam RMB justru menjadi kekuatan, selama dilandasi saling menghargai dan tujuan yang positif.

Memasuki tahun ke 3, keluarga besar RMB berkomitmen menjadikan kegiatan sosial sebagai agenda berkelanjutan, bukan hanya saat anniversary. Dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, transparansi, dan kepedulian, RMB dari Tabiang Barasok Bukittinggi menitipkan pesan inspiratif: media sosial akan bernilai ibadah ketika digunakan untuk mempererat persaudaraan dan menebar kebaikan bagi sesama.(Yuni)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *